• Edukasi
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menabung untuk Umroh yang Mudah Diterapkan, Siapapun Bisa Coba!

Cara Menabung untuk Umroh yang Mudah Diterapkan, Siapapun Bisa Coba!

Tips sederhana dan praktis menyiapkan biaya umrah agar lebih mudah tercapai bagi siapa saja.

E

Editor Hartaku

Content Writer

28 Januari 2026

Cara Menabung untuk Umroh yang Mudah Diterapkan, Siapapun Bisa Coba!

Banyak orang punya mimpi yang sama: bisa berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah. Rasanya pasti luar biasa saat bisa melihat Ka’bah secara langsung, berdoa di Masjidil Haram, dan merasakan ketenangan yang berbeda. Tapi, sering kali biaya jadi kendala utama. Tidak sedikit yang akhirnya menunda atau bahkan mengubur niat cuma karena merasa sulit buat mengumpulkan dana.

Padahal, kalau tahu cara menabung yang tepat, berangkat umrah bukan lagi sekadar angan. Bahkan dengan penghasilan sederhana sekalipun, asal konsisten dan punya strategi, impian itu bisa diwujudkan. Yuk, kita bahas lebih lengkap dari pengertian, biaya, sampai cara menabung untuk umrah yang mudah diterapkan.

Pengertian Ibadah Umrah

Umrah secara bahasa berarti “berkunjung”. Dalam syariat Islam, umrah adalah ibadah mengunjungi Baitullah di Mekah untuk melakukan beberapa amalan khusus, yaitu ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Umrah sering disebut sebagai haji kecil karena pelaksanaannya mirip haji tapi waktunya lebih fleksibel dan ritualnya lebih singkat.

Umrah juga punya nilai spiritual tinggi. Bagi umat Islam, umrah menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah, mendapatkan ampunan, serta menenangkan hati. Banyak orang yang merasakan perubahan besar setelah pulang dari umrah, baik dari sisi spiritual, emosional, maupun cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, meski hukumnya sunnah, banyak umat muslim yang menjadikannya tujuan ibadah seumur hidup.

Perbedaan antara Haji dan Umrah

Meskipun sering disebut mirip, sebenarnya ada perbedaan penting antara haji dan umrah:

1. Waktu Pelaksanaan

Haji hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah dengan rukun tertentu di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Waktu pelaksanaan ini terbatas, sehingga umat Islam harus menunggu bulan tertentu untuk berhaji. Sementara itu, ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Fleksibilitas ini membuat umrah lebih mudah dijangkau oleh banyak orang tanpa harus menunggu musim tertentu.

2. Hukum

Haji adalah rukun Islam yang wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Ini artinya, bagi umat Islam yang punya kemampuan fisik dan finansial, haji hukumnya wajib. Sedangkan umrah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), walaupun sebagian ulama berpendapat wajib. Dengan demikian, melaksanakan umrah tetap memberikan pahala besar meski bukan kewajiban mutlak seperti haji.

3. Rangkaian Ibadah

Haji memiliki rukun yang lebih banyak dan kompleks, melibatkan wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melontar jumrah, dan rangkaian lainnya. Sedangkan ibadah umrah kegiatannya meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Karena lebih singkat, umrah dianggap lebih ringan untuk dijalani, sehingga sering menjadi pilihan pertama bagi yang ingin merasakan pengalaman beribadah di Tanah Suci sebelum berhaji.

Dengan perbedaan ini, banyak umat Islam yang memilih berangkat umrah lebih dulu sebagai latihan spiritual sebelum berhaji. Selain itu, umrah juga bisa menjadi alternatif ibadah besar bagi yang belum mendapat kesempatan haji karena kuotanya yang terbatas.

Kisaran Biaya Umrah Tahun 2025

Biaya umrah tentu bervariasi, tergantung fasilitas, lama perjalanan, dan penyedia travel. Di tahun 2025, kisarannya sekitar Rp28 juta sampai Rp45 juta per orang. Paket standar biasanya mencakup tiket pesawat, akomodasi hotel, transportasi lokal, konsumsi, dan visa.

  • Paket hemat: Rp28–32 juta, biasanya hotel berbintang 3 dengan jarak agak jauh dari Masjidil Haram. Meski sederhana, paket ini tetap memungkinkan jamaah beribadah dengan khusyuk.

  • Paket reguler: Rp33–38 juta, fasilitas lebih nyaman dengan hotel berbintang 4. Lokasi biasanya lebih dekat, sehingga jamaah lebih mudah mengatur energi untuk ibadah.

  • Paket premium: Rp40–45 juta, hotel berbintang 5 dekat Masjidil Haram dan pelayanan lebih eksklusif. Paket ini cocok untuk jamaah yang ingin kenyamanan ekstra selama beribadah.

Biaya tambahan bisa muncul untuk kebutuhan pribadi seperti belanja, kurban, atau ziarah tambahan. Karena itu, penting untuk menyiapkan dana cadangan sekitar Rp3–5 juta agar tidak bingung saat ada pengeluaran mendadak.

Cara Menabung untuk Ibadah Umrah yang Mudah Diterapkan

Nah, ini bagian yang paling penting. Bagaimana caranya supaya dana umrah bisa terkumpul tanpa terasa berat? Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Tentukan Target Biaya dan Waktu

Pertama, tentukan berapa besar biaya umrah yang kamu incar, lalu hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung.

Misalnya, kamu ingin paket Rp35 juta dalam waktu 3 tahun. Berarti perlu menabung sekitar Rp1 juta per bulan. Dengan target yang jelas, kamu jadi lebih semangat menabung karena tahu kapan kira-kira bisa berangkat.

2. Pisahkan Rekening Tabungan

Supaya uang tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari, buat rekening khusus tabungan umrah. Banyak bank syariah juga menyediakan tabungan khusus umrah dengan fitur autodebet.

Dengan begitu, uang langsung masuk ke tabungan tanpa tergoda untuk dipakai keperluan lain. Selain itu, adanya rekening khusus membuat kamu bisa lebih mudah memantau perkembangan tabungan.

3. Gunakan Sistem Autodebet

Kalau setiap bulan gaji masuk, atur supaya langsung terpotong untuk tabungan umrah. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot menyisihkan manual dan lebih disiplin.

Sistem ini cocok untuk orang yang kadang sulit menahan diri agar tidak menggunakan uang yang ada di rekening.

4. Kurangi Pengeluaran Konsumtif

Mulailah bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, kurangi makan di luar, belanja impulsif, atau berlangganan ke suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Uang yang dihemat bisa langsung kamu alihkan ke tabungan umrah. Jangan remehkan pengeluaran kecil, karena kalau dikumpulkan bisa jadi besar.

5. Tambah Penghasilan Sampingan

Kalau memungkinkan, cari pemasukan tambahan. Bisa lewat kerja freelance, bisnis kecil-kecilan, atau jual barang bekas yang tidak terpakai.

Hasilnya bisa langsung dialokasikan khusus untuk tabungan umrah. Dengan cara ini, kamu tidak cuma mengandalkan gaji utama saja, tapi juga punya sumber dana ekstra.

6. Manfaatkan Program Tabungan Umrah

Banyak lembaga keuangan syariah punya program tabungan umrah. Keuntungannya, dana dikelola dengan prinsip syariah, kadang disertai asuransi, bahkan ada yang bekerja sama langsung dengan travel umrah.

Program ini tentunya akan membantu kamu jadi lebih disiplin sekaligus memastikan dana terarah ke tujuan ibadah.

7. Terapkan Gaya Hidup Sederhana

Semakin sederhana gaya hidupmu, semakin cepat dana terkumpul. Tidak harus langsung ekstrem, tapi pelan-pelan biasakan hidup hemat.

Ingat, tujuanmu adalah ibadah, jadi niat itu bisa jadi motivasi besar. Banyak orang berhasil berangkat umrah lebih cepat karena konsisten menjaga pola hidup hemat.

Niat Umrah

Setiap ibadah pasti diawali dengan niat. Untuk umrah, niat dilakukan saat mulai ihram. Dilansir dari BPKH, lafaz niat umrah diucapkan seperti berikut:

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan.

Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah”

Niat ini menegaskan bahwa perjalanan yang dilakukan bukan sekadar jalan-jalan, tapi benar-benar ibadah untuk mencari ridha Allah. Membaca niat juga sekaligus menjadi pembeda bahwa aktivitas yang dijalankan bernilai ibadah dan berpahala.

Syarat Umrah

Melansir kembali dari BPKH, tidak semua orang otomatis bisa melaksanakan umrah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Islam – hanya bagi orang yang beragama Islam. Non-Muslim tidak diperbolehkan melaksanakan umrah.

  2. Baligh – sudah cukup umur dan dewasa. Anak-anak boleh diajak, tapi kewajiban hanya berlaku bagi yang baligh.

  3. Berakal – mampu memahami dan menyadari ibadahnya. Orang dengan gangguan mental yang berat tidak diwajibkan.

  4. Merdeka – bukan dalam kondisi perbudakan. Ini lebih relevan di zaman dahulu, tapi prinsipnya adalah kebebasan diri.

  5. Mampu secara fisik dan finansial – sehat jasmani dan memiliki biaya perjalanan. Mampu dalam hal ini bukan hanya punya uang, tapi juga cukup kuat menjalankan ibadah.

Bagi perempuan, ada tambahan syarat yaitu harus disertai mahram atau mendapat izin dari wali sesuai ketentuan masing-masing negara. Syarat ini penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan.

Kesimpulan

Ibadah umrah adalah perjalanan spiritual yang diimpikan banyak muslim di seluruh dunia. Meski biayanya cukup besar, dengan strategi menabung yang tepat siapa pun tentu saja bisa mewujudkannya. Mulai dari menentukan target biaya, pisahkan tabungan khusus, hingga mengatur pengeluaran, semua langkah itu bisa membawa kamu lebih dekat ke Tanah Suci.

Kalau niat sudah kuat dan konsisten menabung, insya Allah jalannya akan dimudahkan. Jadi, jangan tunda lagi. Mulai hari ini, sisihkan sedikit demi sedikit, dan percayalah kalau setiap rupiah yang kamu kumpulkan adalah langkah menuju panggilan Allah di Baitullah.