• Edukasi
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biaya Pendidikan Anak SMA di Jakarta dan Sekitarnya, Cek di Sini!

Biaya Pendidikan Anak SMA di Jakarta dan Sekitarnya, Cek di Sini!

Biaya pendidikan adalah kebutuhan yang harus dipersiapkan mulai sekarang. Maka dari itu, berikut estimasi biaya pendidikan SMA di Jakarta dan sekitarnya yang harus ayah dan bunda ketahui ya.

E

Editor Hartaku

Content Writer

9 Januari 2026

Biaya Pendidikan Anak SMA di Jakarta dan Sekitarnya, Cek di Sini!

Pendidikan anak adalah hal yang harus diperjuangkan Ayah dan Bunda. Dengan pendidikan, anak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Namun, fakta membuktikan tidak semua orang tua bisa memaksa anaknya untuk melanjutkan pendidikan minimal wajib 12 tahun. Menurut data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per Oktober 2024, ada sebanyak 10.091 anak SMA yang putus sekolah.

Alasan utama mereka tak lanjut sekolah adalah ena faktor ekonomi. Selebihnya karena kurang berminat, pernikahan dini, dan lainnya.

Dengan begitu, perihal keuangan untuk biaya sekolah SMA anak Anda perlu diperhatikan dengan seksama. Terlebih, di jenjang SMA/SMK/sederajat, pendidikan sudah tidak lagi ditanggung oleh pemerintah secara sepenuhnya.

Anda harus tetap membayar SPP bulanan, biaya praktikum, biaya tugas kuliah, dan lainnya. Terlebih jika Anda tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Akan tetapi, dengan mengetahui perkiraan biaya anak Anda maka kekhawatiran terbatasnya biaya bisa dipikirkan dari sekarang.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui pentingnya menyiapkan biaya pendidikan SMA beserta perkiraan biaya SMA di Jakarta dan sekitarnya.

Komponen Biaya Pendidikan Anak SMA

Biaya pendidikan SMA, SMK, dan MA memang berbeda. Terlebih bagi siswa SMK, biaya akan lebih besar karena ada praktikum atau proyek tertentu yang harus dikerjakan dan mengeluarkan biaya tambahan.

Secara umum, biaya anak SMA terdiri dari biaya-biaya berikut:

  1. Biaya Pendaftaran dan Masuk

  • Formulir pendaftaran

Biaya formulir pendaftaran memang tidak terlalu mahal dan merupakan biaya formalitas agar bisa mendaftar. Namun, biaya ini harus dibayarkan jika anak Anda ingin diterima di sekolah tertentu.

  • Uang pangkal

Uang pangkal adalah biaya yang cukup merogoh kocek Anda. Biaya ini bervariasi tergantung dengan jenis sekolah.

Di sekolah negeri, uang pangkal memang tidak berlaku. Namun, di sekolah swasta uang pangkal menjadi biaya yang wajib dibayarkan.

  • Uang seragam

Uang seragam juga menjadi komponen lainnya untuk siswa baru yang masuk SMA/SMK. Tak seperti zaman dahulu, baju seragam saat ini sudah beragam.

Mulai dari seragam putih abu, seragam batik, seragam hari Jumat, seragam olahraga, dan seragam Pramuka.

  • Uang buku atau LKS

Meskipun saat ini pembelajaran sudah mengalami transformasi menggunakan video atau e-book, tetapi segelintir sekolah masih mengharuskan siswa menggunakan LKS atau buku fisik. 

Ada beberapa sekolah yang telah membuat paket buku. Paket ini memudahkan siswa untuk tidak mencari-cari lagi sendiri, tetapi tentunya membuat Anda harus mengeluarkan budget lebih.

  1. Biaya SPP Bulanan

SPP adalah biaya sekolah yang wajib dibayarkan setiap bulan. Biaya SPP tidak sebesar uang pangkal yang ditetapkan saat masuk sekolah.

Uang SPP di sekolah negeri cukup terjangkau karena telah disubsidi pemerintah. Namun, tantangan muncul jika anak Anda bersekolah di SMA swasta.

Mengapa biaya SPP di sekolah swasta lebih mahal dibandingkan negeri? Biasanya, fasilitas sekolah swasta jauh lebih lengkap dibandingkan negeri.

  1. Biaya Kegiatan Rutin Sekolah

Jika anak Anda memiliki bakat dan potensi, maka salurkanlah lewat kegiatan ekstrakurikuler seni hingga olahraga. Namun, untuk mendukung bakat anak Anda, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

Selain itu, sekolah biasanya memiliki agenda rutin bagi siswa kelas awal atau akhir serupa study tour. Biaya study tour biasanya memakan dana yang cukup besar sehingga perlu dipersiapkan dari sekarang.

  1. Biaya Penunjang Sehari-hari

Di luar biaya-biaya yang hanya dibayarkan pada saat-saat tertentu, biaya sehari-hari menjadi tantangan yang membuat banyak orang tua dari kalangan kurang mampu menyerah. Meski biaya pendidikan sudah gratis, tetapi anak perlu jajan dan membayar biaya transportasi.

Tanpa pekerjaan yang tetap dan jelas, banyak orang tua yang terpaksa harus berhutang untuk memenuhi hal ini. Dengan begitu, Anda perlu memikirkan kebutuhan ini untuk ke depannya.

Estimasi Biaya Pendidikan di Jakarta dan Sekitarnya

Setelah mengetahui biaya apa saja yang harus dipersiapkan, saatnya Anda mengetahui besaran biaya pendidikan tersebut khususnya bagi yang bertempat tinggal di wilayah Jakarta.

Berikut adalah perbandingan biaya pendidikan SMA/sederajat antara sekolah negeri dan sekolah swasta:

  1. Estimasi Biaya Pendidikan SMA Negeri

  • Biaya formulir pendaftaran: Tidak ada biaya karena sistem penerimaan murid baru dilakukan secara online

  • Uang pangkal: Tidak ada uang pangkal alias gratis

  • Biaya seragam: Biaya seragam dasar bisa berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Biaya akan bertambah hingga Rp 500 ribu bahkan lebih jika ada tambahan biaya baju Pramuka dan lainnya.

  • Biaya buku paket: Biaya buku paket beragam dan tidak selalu ada. Beberapa sekolah menggunakan e-book agar meminimalisir pengeluaran peserta didik

  • Biaya SPP: Biaya SPP di sekolah negeri tidak akan semahal sekolah swasta karena telah disubsidi pemerintah. Biaya SPP bulanan sekolah negeri berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu.

  • Biaya penunjang kegiatan sekolah: Biaya penunjang ekstrakurikuler atau biaya study tour bisa beragam. Meski study tour ditegaskan pemerintah sebagai ajang yang tidak boleh membebani orang tua, tetapi Anda perlu tetap menyiapkan biaya ini untuk menjamin kebahagiaan anak Anda bisa mengikutinya.

  • Biaya sehari-hari: Biaya sehari-hari juga bervariasi tergantung dengan kebutuhan anak Anda. Jika Anda adalah pekerja yang sibuk dan tidak sempat mengantar jemput anak ke sekolah, maka Anda akan mengeluarkan biaya transportasi. Jika anak Anda bersekolah di Jakarta, maka biaya transportasi bisa agak ditekan karena terdapat banyak transportasi umum seperti JackLingko, TransJakarta, KRL, LRT hingga MRT.

  1. Estimasi Biaya Pendidikan SMA Swasta

Biaya pendidikan SMA swasta pada dasarnya berbeda-beda. Namun yang jelas, biayanya akan lebih besar dari biaya di sekolah negeri.

Sebagai referensi, berikut adalah biaya pendidikan beberapa SMA swasta di Jakarta:

SMA Kartika VIII-1

Formulir pendaftaran: Rp 200 ribu

Uang pangkal: Rp 2,2 juta

Pakaian seragam: Rp 950 ribu

MPLS dan LDKS: Rp 350 ribu

Buku: Rp 350 ribu

Jas praktikum: Rp 115 ribu

Psikotes: Rp 250 ribu

Wawancara: Rp 60 ribu

Uang SPP bulanan: Rp 445 ribu

SMA Jakarta Islamic School

Uang pangkal: Rp 27,5 juta

Uang daftar ulang: Rp 3,5 juta

SPP: Rp 4,4 juta per bulan

Biaya seragam dan buku: Rp 4,5

SMA Islam Al Azhar 3 Kebayoran Baru

Formulir pendaftaran: Rp 550 ribu

Uang pangkal: Rp 60 juta

Uang sekolah: Rp 6,6 juta

SMA Muhammadiyah 1 Jakarta

Uang pangkal: Rp 10 juta

SPP: Rp 800 ribu - Rp 1,2 juta per bulan

Uang kegiatan: Rp 4,2 juta - Rp 6,7 juta 

Seragam: Rp 1,8 juta  Rp 2,1 juta

SMA Labschool Jakarta

Biaya masuk: Rp 16 juta

SPP: Rp 850 ribu per bulan

Uang pendaftaran: Rp 300 ribu

SMAIT Tunas Harapan Ilahi

Uang pangkal: Rp 12,9 juta

SPP: Rp 950 per bulan

Biaya kegiatan siswa: Rp 300 ribu per bulan

Perlengkapan siswa: Rp 2,3 juta

Buku paket: Rp 1,3 juta

Iuran komite: Rp 20 ribu per bulan

SMA Jakarta Intercultural School

Uang pendaftaran: Rp 5 juta

Technology fee: Rp 6,3 juta

Capital fee: Rp 495 juta - Rp 500 juta

Biaya semester: Rp 212 juta

EAL program fees: Rp 67,6 juta

Sekolah Cikal Lebak Bulus

Uang pangkal: Rp 104,3 juta

SPP bulanan: Rp 6 juta

Joining fee: Rp 12 juta

Development fee: Rp 25 juta - Rp 50 juta

Seragam: Rp 2 juta - Rp 4 juta

Buku dan materi belajar: Rp 3 juta - Rp 6 juta per tahun

Itulah informasi biaya pendidikan SMA di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Biaya tersebut hanya sebatas estimasi, bisa lebih terjangkau atau lebih mahal. Hal yang jelas adalah Ayah dan Bunda harus menyiapkan biaya tersebut mulai dari sekarang.