• Edukasi
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Biaya Kuliah Tahun 2025? Cek Estimasinya untuk Persiapan Pendidikan Anak Anda!

Berapa Biaya Kuliah Tahun 2025? Cek Estimasinya untuk Persiapan Pendidikan Anak Anda!

Berapa Biaya Kuliah Tahun 2025? Cek Estimasinya untuk Persiapan Pendidikan Anak Anda!

E

Editor Hartaku

Content Writer

19 Januari 2026

Berapa Biaya Kuliah Tahun 2025? Cek Estimasinya untuk Persiapan Pendidikan Anak Anda!

Menempuh pendidikan tinggi atau kuliah adalah suatu hal yang penting pada masa ini. Pasalnya, pendidikan tinggi setidaknya dapat memberikan jaminan karier dan kehidupan anak Anda lebih baik.

Pakar pendidikan Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., yang merupakan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut sebuah penelitian membuktikan bahwa 80 persen orang sukses lewat pendidikan.

Hanya 10 hingga 20 persen saja orang sukses yang tidak tamat kuliah. Misalnya Bill Gates, bos Microsoft yang diketahui tidak menamatkan pendidikan S1-nya.

Dengan begitu, kuliah bisa menjadi jalan untuk memperbaiki ekonomi atau kondisi finansial seseorang. Pendidikan sebagai perantara untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak tapi gaji lebih tinggi.

Oleh karena itu, Anda perlu mengusahakan agar pendidikan anak Anda dapat berlangsung dan tamat hingga perguruan tinggi. Namun, seiring bertambahnya waktu, biaya pendidikan sudah tidak murah lagi.

Biaya kuliah mengalami kenaikan secara terus-menerus. Maka dari itu, Anda harus tahu dahulu estimasi biaya pendidikan pada masa sekarang.

Memangnya berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menguliahkan anak di perguruan tinggi favorit?

Jenis-jenis Biaya Kuliah yang Harus Disiapkan

Biaya kuliah naik beriringan dengan biaya kebutuhan lain. Seperti biaya infrastuktur, biaya buku, biaya gaji, dan lainnya.

Dalam pembiayaan kuliah, Anda akan mengenal istilah uang pangkal yang kemudian dinamakan juga iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang pangkal.

Biaya tersebut harus dibayarkan satu kali selama kuliah pada masa awal diterima sebagai mahasiswa baru. Namun, tidak semua perguruan tinggi menerapkan uang pangkal.

Uang pangkal biasanya hanya berlaku lewat jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) atau di perguruan tinggi swasta (PTS). Biasanya PTN tidak akan mengenakan uang pangkal bagi mahasiswa yang masuk lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Selain karena besaran IPI dan UKT, biaya kuliah juga bisa mahal karena faktor harga sewa kos jika mahasiswa merantau. Ditambah dengan biaya hidup, biaya kuliah, biaya transportasi, biaya buku, dan biaya lainnya.

Besar biaya juga dipengaruhi oleh letak kampus. Jika anak Anda memilih kuliah di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lainnya maka harus dipersiapkan dahulu budgeting yang cukup.

Tak hanya itu, jenis jurusan yang anak Anda pilih juga menentukan besarnya biaya kuliah. Misalnya bagi mahasiswa farmasi atau kedokteran yang sering melakukan praktik, maka biaya akan terasa lebih mahal.

Estimasi Biaya Kuliah Tahun 2025

Biaya kuliah di setiap daerah tentunya berbeda. Namun, biaya kuliah di PTN dan PTS favorit ini bisa menjadi acuan bagi Anda untuk mempersiapkan dana tabungan pendidikan masa depan anak Anda.

Estimasi Biaya Kuliah di PTN Favorit

  1. Universitas Indonesia (UI)

  • Fakultas Kedokteran: Rp 500 ribu - Rp 20 juta per semester

  • Fakultas MIPA: Rp 500 ribu - Rp 18,3 juta juta per semester

  • Fakultas Kedokteran Gigi: Rp 500 ribu - Rp 1 juta juta per semester

  • Fakultas Kesehatan Masyarakat: Rp 500 ribu - Rp 20 juta juta per semester

  • Fakultas Teknik: Rp 500 ribu - Rp 20 juta juta per semester

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Rp 500 ribu - Rp 14,6 juta juta per semester

  • Fakultas Psikologi: Rp 500 ribu - Rp 14 juta juta per semester

  • Fakultas Hukum: Rp 500 ribu - Rp 14,6 juta juta per semester

  1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

  • Fakultas Kedokteran: Rp 0 - Rp 24,7 juta juta per semester

  • Fakultas Hukum: Rp 0 - Rp 9,2 juta juta per semester

  • Fakultas Psikologi: Rp 0 - Rp 11 juta juta per semester

  • Fakultas Farmasi: Rp 0 - Rp 17,3 juta juta per semester

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Rp 0 - Rp 9,5 juta juta per semester

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik: Rp 0 - Rp 9,2 juta juta per semester

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

  • Fakultas MIPA: Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta juta per semester

  • Sekolah Farmasi: Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Sekolah Ilmu Teknologi Hayati (SITH): Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Fakultas Teknologi dan Teknik Minyak (FTTM): Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI): Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Fakultas Teknik Ilmu Bumi: Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Fakultas Teknik Industri: Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

  • Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): Rp 500 ribu - Rp 14,5 juta per semester

  1. Universitas Padjadjaran (Unpad)

  • Fakultas Hukum (FH): Rp 500 ribu - Rp 7 juta per semester

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB): Rp 500 ribu - Rp 9 juta per semester

  • Fakultas Kedokteran: Rp 500 ribu - Rp 24 juta per semester

  • Fakultas Kedokteran Hewan: Rp 500 ribu - Rp 12 juta per semester

  • Fakultas MIPA: Rp 500 ribu - Rp 7,5 juta per semester

  • Fakultas Teknik: Rp 500 ribu - Rp 12 juta per semester

  • Fakultas Pertanian (Faperta): Rp 500 ribu - Rp 8 juta per semester

  • Fakultas Kedokteran Gigi: Rp 500 ribu - Rp 18 juta per semester

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP): Rp 500 ribu - Rp 9 juta per semester

  1. Universitas Airlangga (Unair)

  • Fakultas Kedokteran: Rp 500 ribu - Rp 25 juta per semester

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Rp 500 ribu - Rp 10 juta per semester

  • Fakultas Hukum: Rp 500 ribu - Rp 10 juta per semester

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik: Rp 500 ribu - Rp 10 juta per semester

  • Fakultas MIPA: Rp 500 ribu - Rp 11,5 juta per semester

  • Fakultas Psikologi: Rp 500 ribu - Rp 10 juta per semester

  • Fakultas Ilmu Budaya: Rp 500 ribu - Rp 9 juta per semester

  • Fakultas Teknik: Rp 500 ribu - Rp 12,5 juta per semester

Biaya-biaya di atas hanya berlaku untuk uang semesteran di PTN lewat jalur SNBT dan SNBT. Mahasiswa yang masuk lewat jalur tersebut pun memerlukan biaya lainnya untuk makan, tugas kuliah, hingga kos-kosan.

Begitu juga bagi mahasiswa yang memilir jalur mandiri. Biaya yang dikeluarkan pastinya lebih tinggi dibandingkan kedua jalur tersebut.

Sehingga biaya akan lebih dari besaran biaya UKT di atas. Sebagai contoh, jika anak Anda berkuliah di Fakultas Kedokteran Unpad sementara keluarga Anda berada di Jakarta, maka diharuskan untuk menyewa kos.

Harga kos di daerah tersebut dimulai dari Rp 800 ribu per bulan. Kemudian, misalnya anak Anda membutuhkan uang jajan dan biaya hidup bulanan sebesar Rp 2 juta per bulan. Sementara biaya kuliah anak Anda mencapai Rp 9 juta per semester.

Biaya bulanan yang perlu Anda keluarkan untuk anak Anda kurang lebih sebesar:

Biaya kos + biaya sehari-hari + biaya kuliah dibagi 6= Rp 800 ribu + Rp 2 juta + Rp 9 juta dibagi  bulan= Rp 4,3 juta

Jika anak Anda lulus tepat waktu selama 4 tahun, maka total biaya kuliah sebesar:

(Rp 800 ribu x 48 minggu) + (Rp 2 juta x 48 minggu) + (Rp 9 juta dikali 8)= Rp 206.400.000

Biaya tersebut belum lagi ditambah inflasi pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besar inflasi pendidikan tinggi di Indonesia mencapai 6% per 3 tahun. 

Jika inflasi tersebut terjadi, maka biaya pendidikan akan bertambah sebesar 6 persen dari Rp 206.400.000 yakni Rp 12,3 juta. Dengan begitu, Anda perlu menyiapkan dana tambahan atau cadangan untuk berjaga-jaga adanya kenaikan inflasi atau kenaikan UKT di perguruan tempat anak Anda belajar.

Itulah estimasi biaya pendidikan anak Anda jika berkuliah di salah satu fakultas kedokteran PTN. Besaran biaya dapat berkurang atau bertambah tergantung pada kondisi wilayah maupun gaya hidup anak Anda.

Informasi ini bisa memberikan gambaran bagi Anda untuk menyiapkan tabungan pendidikan mulai dari sekarang. Tak hanya lewat menabung, Anda juga mendepositkan uang Anda atau menginvestasikannya agar mendapatkan laba.