Editor Hartaku
Content Writer
18 Agustus 2025
Berhaji adalah impian besar bagi setiap Muslim. Menunaikan ibadah haji berarti seseorang telah menuntaskan kelima Rukun Islam.
Namun, saat ini menunaikan ibadah haji tidak bisa dilakukan secara mendadak. Bahkan seseorang harus menunggu bertahun-tahun. Hal itu sebagaimana ketentuan dari Kementerian Agama.
Oleh karena itu, Anda bisa mempunyai waktu yang lebih lama untuk membuat tabungan haji. Terlebih jika usia Anda masih muda, maka tidak ada salahnya untuk menyiapkan dana haji mulai dari sekarang secara mencicil.
Sebelum menentukan tabungan rencana haji, ketahui dahulu yu ketentuan seputar pendaftaran haji di Indonesia.
Mengutip Tirto, berikut adalah lama tunggu rata-rata calon haji lewat jalur reguler berdasarkan daerahnya:
Jawa Barat: kurang lebih 47 tahun
Jabodetabek: sekitar 25-28 tahun
Banten: kurang lebih 39 tahun
Ambon: sekitar 14 tahun
Sulawesi Selatan: sekitar 43 tahun
Maluku Tenggara Barat: sekitar 13 tahun
Maluku Barat Daya: sekitar 11 tahun
Rentang waktu tersebut ditentukan berdasarkan banyak peminat di daerah tertentu. Artinya, semakin lama waktu tunggu berhaji, semakin banyak juga peminat haji di daerah tersebut.
Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), berikut penjelasan mengenai jenis-jenis jalur haji. Jalur haji ini perlu diketahui untuk menentukan kapan Anda mulai menabung untuk biaya haji.
1. Jalur Haji Reguler
Jalur haji reguler adalah yang paling banyak pendaftarnya. Pasalnya, lewat jalur ini Anda bisa mendapatkan biaya haji yang terjangkau.
Biaya haji jalur reguler cukup terjangkau yakni sekitar Rp 55 juta. Jalur ini juga termasuk jalur resmi yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama atau pemerintah.
Jika Anda punya dana terbatas, maka bisa memilih jenis haji ini. Namun, perlu diingat masa tunggu keberangkatan haji lewat jalur reguler sangat lama karena banyaknya peminat.
Selain itu, fasilitas dari jalur regular biasanya tidak ada keistimewaan. Jamaah tidak mendapatkan fasilitas eksklusif dan letak hotel biasanya jauh dari Masjidil Haram.
2. Haji Khusus (ONH Plus)
Berbeda dengan jalur reguler, haji khusus atau ONH ini diselenggarakan oleh lembaga swasta yang resmi bisa memberangkatkan haji. Akan tetapi, biaya haji jalur ini cukup mahal yakni sekitar Rp 160 juta.
Meskipun mahal, Anda bisa menjalankan ibadah haji dalam waktu yang cukup dekat. Yakni sekitar 5-9 tahun waktu tunggunya.
Dibandingkan jalur haji reguler, jalur ini juga punya fasilitas yang lebih lengkap dan istimewa. Jarak hotel dan Masjidil Haram biasanya akan lebih dekat.
3. Haji Furoda
Haji Plus memang menawarkan kecepatan dan fasilitas yang bagus. Namun, haji furoda akan jauh lebih bagus dalam pelayanan fasilitas hingga kecepatan pemberangkatan ke Makkah.
Jalur haji furoda bisa dilakukan di tahun itu juga. Sehingga Anda tidak perlu menungu waktu bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun untuk mengikutinya.
Akan tetapi, tidak semudah keberangkatannya. Untuk mengikuti jalur ini, biaya haji yang disediakan sangat besar yakni mulai Rp 373 juta. Dalam memilih travel atau penyedia jasa keberangkatan haji furoda, Anda juga harus teliti agar tidak mudah tertipu.
1. Buat Target Waktu
Waktu yang tepat untuk mulai menabung haji harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan budget biaya yang Anda miliki. Jika ingin lewat jalur reguler, Anda bisa mulai menabung haji mulai dari masa muda.
Misalnya, jika biaya haji adalah Rp 50 juta dan rencana berangkat 10 tahun lagi, maka besar nominal menabung haji per tahunnya sekitar Rp 5 juta. Jika dikerucutkan lagi, per bulannya Anda bisa menabung sebesar Rp 416 ribu.
2. Buka Rekening Haji
Menabung haji tidak bisa disamakan dengan menabung untuk jalan-jalan ke luar negeri. Anda harus memisahkan uang haji dengan uang sehari-hari.
Sehingga, buatlah rekening tabungan khusus. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus mengumpulkan dana. Selain itu, alangkah lebih baik jika bank yang dipilih adalah bank syariah untuk menghindari riba yang diterima atau dikeluarkan.
3. Hindari Pengeluaran yang Tidak Dibutuhkan
Uang untuk menabung haji memang tidaklah kecil. Sehingga Anda harus berkomitmen untuk bisa menabung untuk budget yang cukup besar.
Konsekuensinya, Anda harus lebih berhemat jika punya dana terbatas. Hindarilah berbelanja keperluan konsumtif atau mengeluarkan dana untuk kebutuhan yang tidak penting.
4. Tabung Uang Bonus
Jika selama bekerja Anda mendapatkan bonus tahunan atau bonus eksklusif dari tempat kerja, maka simpanlah untuk menambah tabungan haji. Upaya ini akan mempercepat Anda mencapai dana yang ditargetkan untuk berangkat haji.
5. Pilih Bank Syariah untuk Menabung
Memilih bank untuk menabung uang haji harus dilakukan secara baik. Jika bisa, hindarilah bank umum dan pilih bank syariah.
Bank syariah biasanya akan terbebas dari potensi riba. Selain itu, bank syariah memilih program khusus untuk para calon jamaah haji.
Anda bisa diarahkan untuk mengelola keuangan Anda dengan baik. Biasanya bank-bank jenis ini juga terbebas dari biaya administrasi sehingga dana bisa disimpan untuk tabungan tersebut.
Mengutip laman BPKH, berikut syarat-syarat yang harus diperhatikan sebelum mendaftar haji:
Kewarganegaraan: Hanya individu yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia yang diperbolehkan mendaftar haji reguler.
Usia Minimum: Pendaftar harus berusia sekurang-kurangnya 12 tahun; anak-anak di bawah usia tersebut tidak memenuhi syarat.
Kepemilikan KTP: Pendaftar wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku.
Kartu Keluarga (KK): Nama pendaftar harus tercantum dalam Kartu Keluarga yang digunakan sebagai syarat administrasi.
Pas Foto Terbaru: Diperlukan pas foto terbaru dengan ukuran dan format sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Agama.
Rekening Tabungan Haji: Calon jamaah perlu membuka rekening haji pada bank yang telah ditunjuk secara resmi oleh Kementerian Agama, yang akan digunakan untuk penyetoran biaya pendaftaran.
Surat Keterangan Sehat: Harus melampirkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, sebagai bukti bahwa calon jamaah berada dalam kondisi fisik yang layak untuk menunaikan ibadah haji.
1. Tentukan Jenis Haji yang Sesuai Budget
Di atas sudah dijelaskan tentang jenis-jenis jalur keberangkatan haji dengan biayanya masing-masing. Langkah pertama untuk berangkat haji adalah menentukan jenis jalur mana yang akan Anda ikuti.
2. Melakukan Pendaftaran melalui Kementerian Agama atau Travel Resmi
Bagi calon jamaah Haji Reguler, proses pendaftaran dilakukan lewat Kementerian Agama. Datangi kantor Kemenag di wilayah tempat tinggal Anda untuk memperoleh informasi dan formulir pendaftaran.
Sementara itu, untuk Haji Khusus, Anda perlu memilih agen travel resmi yang terpercaya dan sudah terdaftar di Kementerian Agama. Begitu juga untuk jalur Haji Furoda.
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
Formulir pendaftaran harus diisi secara lengkap dan akurat. Data yang diminta umumnya mencakup informasi pribadi, data keluarga, serta pilihan paket haji bagi pendaftar Haji Khusus.
4. Melakukan Pembayaran Setoran Awal
Setelah formulir selesai diisi, langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran setoran awal. Untuk Haji Reguler, pembayaran dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama. Simpan bukti setoran karena sangat penting sebagai bagian dari proses pendaftaran.
5. Mendapatkan Nomor Porsi Haji
Usai melakukan pembayaran awal, calon jamaah akan memperoleh nomor porsi. Nomor ini berfungsi sebagai nomor antrean yang menunjukkan perkiraan waktu keberangkatan. Pastikan untuk menyimpan nomor ini dengan baik.
6. Melengkapi Dokumen yang Diperlukan
Siapkan dokumen-dokumen pendukung seperti paspor, KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat keterangan sehat. Dokumen ini wajib diserahkan saat tahap verifikasi dan pelunasan biaya.
7. Pelunasan Biaya Haji
Langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi data di Kementerian Agama atau melalui agen travel tempat Anda mendaftar. Setelah itu, lakukan pelunasan biaya haji sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
8. Mengikuti Manasik Haji
Calon jamaah wajib mengikuti kegiatan manasik haji yang diadakan oleh Kementerian Agama atau pihak penyelenggara haji. Manasik ini merupakan pembekalan seputar tata cara pelaksanaan ibadah haji, guna mempersiapkan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Artikel Lainnya: