Hartaku
Kembali

5 Tips Membuat Tabungan Haji Efektif, Perhatikan Waktu Tunggu Keberangkatannya!

Saat ini mendaftar haji tidak bisa dilakukan secara mendadak. Seseorang harus mendaftar beberapa tahun sebelumnya. Kapan waktu tepat untuk mulai daftar dan menabung biaya?

E

Editor Hartaku

Content Writer

18 Agustus 2025

5 Tips Membuat Tabungan Haji Efektif, Perhatikan Waktu Tunggu Keberangkatannya!

Berhaji adalah impian besar bagi setiap Muslim. Menunaikan ibadah haji berarti seseorang telah menuntaskan kelima Rukun Islam.

Namun, saat ini menunaikan ibadah haji tidak bisa dilakukan secara mendadak. Bahkan seseorang harus menunggu bertahun-tahun. Hal itu sebagaimana ketentuan dari Kementerian Agama.

Oleh karena itu, Anda bisa mempunyai waktu yang lebih lama untuk membuat tabungan haji. Terlebih jika usia Anda masih muda, maka tidak ada salahnya untuk menyiapkan dana haji mulai dari sekarang secara mencicil.

Sebelum menentukan tabungan rencana haji, ketahui dahulu yu ketentuan seputar pendaftaran haji di Indonesia.

Lama Waktu Tunggu Haji Reguler

Mengutip Tirto, berikut adalah lama tunggu rata-rata calon haji lewat jalur reguler berdasarkan daerahnya:

  • Jawa Barat: kurang lebih 47 tahun

  • Jabodetabek: sekitar 25-28 tahun

  • Banten: kurang lebih 39 tahun

  • Ambon: sekitar 14 tahun

  • Sulawesi Selatan: sekitar 43 tahun

  • Maluku Tenggara Barat: sekitar 13 tahun

  • Maluku Barat Daya: sekitar 11 tahun

Rentang waktu tersebut ditentukan berdasarkan banyak peminat di daerah tertentu. Artinya, semakin lama waktu tunggu berhaji, semakin banyak juga peminat haji di daerah tersebut.

Biaya Haji Sesuai Jalur Keberangkatan Haji

Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), berikut penjelasan mengenai jenis-jenis jalur haji. Jalur haji ini perlu diketahui untuk menentukan kapan Anda mulai menabung untuk biaya haji.

1. Jalur Haji Reguler

Jalur haji reguler adalah yang paling banyak pendaftarnya. Pasalnya, lewat jalur ini Anda bisa mendapatkan biaya haji yang terjangkau.

Biaya haji jalur reguler cukup terjangkau yakni sekitar Rp 55 juta. Jalur ini juga termasuk jalur resmi yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama atau pemerintah.

Jika Anda punya dana terbatas, maka bisa memilih jenis haji ini. Namun, perlu diingat masa tunggu keberangkatan haji lewat jalur reguler sangat lama karena banyaknya peminat.

Selain itu, fasilitas dari jalur regular biasanya tidak ada keistimewaan. Jamaah tidak mendapatkan fasilitas eksklusif dan letak hotel biasanya jauh dari Masjidil Haram.

2. Haji Khusus (ONH Plus)

Berbeda dengan jalur reguler, haji khusus atau ONH ini diselenggarakan oleh lembaga swasta yang resmi bisa memberangkatkan haji. Akan tetapi, biaya haji jalur ini cukup mahal yakni sekitar Rp 160 juta.

Meskipun mahal, Anda bisa menjalankan ibadah haji dalam waktu yang cukup dekat. Yakni sekitar 5-9 tahun waktu tunggunya.

Dibandingkan jalur haji reguler, jalur ini juga punya fasilitas yang lebih lengkap dan istimewa. Jarak hotel dan Masjidil Haram biasanya akan lebih dekat.

3. Haji Furoda

Haji Plus memang menawarkan kecepatan dan fasilitas yang bagus. Namun, haji furoda akan jauh lebih bagus dalam pelayanan fasilitas hingga kecepatan pemberangkatan ke Makkah.

Jalur haji furoda bisa dilakukan di tahun itu juga. Sehingga Anda tidak perlu menungu waktu bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun untuk mengikutinya.

Akan tetapi, tidak semudah keberangkatannya. Untuk mengikuti jalur ini, biaya haji yang disediakan sangat besar yakni mulai Rp 373 juta. Dalam memilih travel atau penyedia jasa keberangkatan haji furoda, Anda juga harus teliti agar tidak mudah tertipu.

Tips Membuat Tabungan Haji yang Efektif

1. Buat Target Waktu

Waktu yang tepat untuk mulai menabung haji harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan budget biaya yang Anda miliki. Jika ingin lewat jalur reguler, Anda bisa mulai menabung haji mulai dari masa muda.

Misalnya, jika biaya haji adalah Rp 50 juta dan rencana berangkat 10 tahun lagi, maka besar nominal menabung haji per tahunnya sekitar Rp 5 juta. Jika dikerucutkan lagi, per bulannya Anda bisa menabung sebesar Rp 416 ribu.

2. Buka Rekening Haji

Menabung haji tidak bisa disamakan dengan menabung untuk jalan-jalan ke luar negeri. Anda harus memisahkan uang haji dengan uang sehari-hari.

Sehingga, buatlah rekening tabungan khusus. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus mengumpulkan dana. Selain itu, alangkah lebih baik jika bank yang dipilih adalah bank syariah untuk menghindari riba yang diterima atau dikeluarkan.

3. Hindari Pengeluaran yang Tidak Dibutuhkan

Uang untuk menabung haji memang tidaklah kecil. Sehingga Anda harus berkomitmen untuk bisa menabung untuk budget yang cukup besar.

Konsekuensinya, Anda harus lebih berhemat jika punya dana terbatas. Hindarilah berbelanja keperluan konsumtif atau mengeluarkan dana untuk kebutuhan yang tidak penting.

4. Tabung Uang Bonus

Jika selama bekerja Anda mendapatkan bonus tahunan atau bonus eksklusif dari tempat kerja, maka simpanlah untuk menambah tabungan haji. Upaya ini akan mempercepat Anda mencapai dana yang ditargetkan untuk berangkat haji.

5. Pilih Bank Syariah untuk Menabung

Memilih bank untuk menabung uang haji harus dilakukan secara baik. Jika bisa, hindarilah bank umum dan pilih bank syariah.

Bank syariah biasanya akan terbebas dari potensi riba. Selain itu, bank syariah memilih program khusus untuk para calon jamaah haji.

Anda bisa diarahkan untuk mengelola keuangan Anda dengan baik. Biasanya bank-bank jenis ini juga terbebas dari biaya administrasi sehingga dana bisa disimpan untuk tabungan tersebut. 

Syarat-syarat Daftar Haji

Mengutip laman BPKH, berikut syarat-syarat yang harus diperhatikan sebelum mendaftar haji:

  • Kewarganegaraan: Hanya individu yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia yang diperbolehkan mendaftar haji reguler.

  • Usia Minimum: Pendaftar harus berusia sekurang-kurangnya 12 tahun; anak-anak di bawah usia tersebut tidak memenuhi syarat.

  • Kepemilikan KTP: Pendaftar wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku.

  • Kartu Keluarga (KK): Nama pendaftar harus tercantum dalam Kartu Keluarga yang digunakan sebagai syarat administrasi.

  • Pas Foto Terbaru: Diperlukan pas foto terbaru dengan ukuran dan format sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Agama.

  • Rekening Tabungan Haji: Calon jamaah perlu membuka rekening haji pada bank yang telah ditunjuk secara resmi oleh Kementerian Agama, yang akan digunakan untuk penyetoran biaya pendaftaran.

  • Surat Keterangan Sehat: Harus melampirkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, sebagai bukti bahwa calon jamaah berada dalam kondisi fisik yang layak untuk menunaikan ibadah haji.

Tata Cara Daftar Haji

1. Tentukan Jenis Haji yang Sesuai Budget

Di atas sudah dijelaskan tentang jenis-jenis jalur keberangkatan haji dengan biayanya masing-masing. Langkah pertama untuk berangkat haji adalah menentukan jenis jalur mana yang akan Anda ikuti.

2. Melakukan Pendaftaran melalui Kementerian Agama atau Travel Resmi

Bagi calon jamaah Haji Reguler, proses pendaftaran dilakukan lewat Kementerian Agama. Datangi kantor Kemenag di wilayah tempat tinggal Anda untuk memperoleh informasi dan formulir pendaftaran.

Sementara itu, untuk Haji Khusus, Anda perlu memilih agen travel resmi yang terpercaya dan sudah terdaftar di Kementerian Agama. Begitu juga untuk jalur Haji Furoda.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran

Formulir pendaftaran harus diisi secara lengkap dan akurat. Data yang diminta umumnya mencakup informasi pribadi, data keluarga, serta pilihan paket haji bagi pendaftar Haji Khusus.

4. Melakukan Pembayaran Setoran Awal

Setelah formulir selesai diisi, langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran setoran awal. Untuk Haji Reguler, pembayaran dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama. Simpan bukti setoran karena sangat penting sebagai bagian dari proses pendaftaran.

5. Mendapatkan Nomor Porsi Haji

Usai melakukan pembayaran awal, calon jamaah akan memperoleh nomor porsi. Nomor ini berfungsi sebagai nomor antrean yang menunjukkan perkiraan waktu keberangkatan. Pastikan untuk menyimpan nomor ini dengan baik.

6. Melengkapi Dokumen yang Diperlukan

Siapkan dokumen-dokumen pendukung seperti paspor, KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat keterangan sehat. Dokumen ini wajib diserahkan saat tahap verifikasi dan pelunasan biaya.

7. Pelunasan Biaya Haji

Langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi data di Kementerian Agama atau melalui agen travel tempat Anda mendaftar. Setelah itu, lakukan pelunasan biaya haji sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

8. Mengikuti Manasik Haji

Calon jamaah wajib mengikuti kegiatan manasik haji yang diadakan oleh Kementerian Agama atau pihak penyelenggara haji. Manasik ini merupakan pembekalan seputar tata cara pelaksanaan ibadah haji, guna mempersiapkan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Artikel Lainnya: